Pemprov Jateng & Pemkab Batang Tanam Mangrove Bareng PT Phapros

Aksi Bersih Sampah Plastik di Pantai. Sumber Humas Pemkab Batang.

Kesepuhan – Menurut Sri Puryono selaku Sekretaris Dearah Provinsi Jawa Tengah, hanya 23% pesisir pantai Jawa Tengah yang bagus. Sisanya rusak akibat hutan mangrove yang tidak dirawat dengan baik. Ia pun menekankan jangan sampai hanya pandai menanam saja melainkan harus pandai merawatnya juga.

Pemkab Batang yang kebetulan mencanangkan program pariwisata pada tahun 2020 pun berterima kasih kepada Pemprov Jawa Tengah. Ucapan terima kasih ini diucapkan Bupati Batang lantaran Pemprov sudah mau menggaet Pemkab Batang dalam program penanaman Mangrove.

“Kita akan menata tanaman mangrove sebagai destinasi hutan mangrove, yang tentunya juga bisa dijadikan pusat edukasi bagi masyarakat,” terangnya.

Dilansir dari website Pemkab Batang, kegiatan penanaman mangrove ini juga dibarengi dengan aksi membersihkan pantai dari sampah plastik.

Selamatkan Lingkungan dengan Mangrove

Direktur Utama PT Phapros, Barokah Sri Utami menerangkan bahwa adanya hutan bakau bisa menjadi ruang terbuka hijau, penangkal polutan dan mampu mencegah abrasi.

“Oleh karena itu, penanaman pohon bakau merupakan salah satu cara untuk menjalin kemitraan dengan masyarakat agar bersama sama merawat lingkungan, sehingga terjaga kelestarian dan memberikan dampak ekonomi yang positif,” ujarnya.

Menurut Ida Bagus Putera Prathama selaku Direktur Jenderal Pengendalian Daerah Aliran Sungai dan Hutan Lindung (PDASHL) KLHK menyampaikan bahwa mangrove selain berdampak baik bagi lingkungan, juga bernilai ekonomi.

Sementara Daniel Murdiyarso, seorang peniliti senior Center for International Forestry Research (CIFOR) mengungkapkan bahwa adanya mangrove mempu menyerap emisi yang ada di udara. Kemampuan ini 20kali lebih kuat daripada hutan tropis.

“Potensi ekonomi dari mangrove sangatlah besar. Ada potensi blue carbon yang bisa menghasilkan nilai ekonomi hingga USD10 miliar. Itu jumlah yang sangat besar,” jelas Daniel yang juga dosen Ilmu Atmosfer Institut Pertanian Bogor (IPB).

Add Comment