Buka Pasar Semende, Selopajang Punya Harapan Baru

Suasana Pasar Semende di Agro Wisata Selopajang, Kabupaten Batang. Sumber: Pemkab Batang.

Blado – Bagi warga Kabupaten Batang dan sekitarnya, siapa yag tak kenal Selopajang? Salah satu agro wisata di kabupaten ini dilengkapi dengan wahana kolam renang, kolam terapi ikan, flying fox, dan Pasar Semende.

Lokasinya ada di Desa Selopajang Timur, Kecamatan Blado, Kabupaten Batang. Pengunjung bisa menikmati wisata ini hanya dengan membayar retribusi parkir sebesar Rp. 2000/motor dan Rp. 5000/wahana yang akan dinikmati.

Selain itu, kata penanggung jawab wisata, Sigit Pranomo menuturkan nantinya akan ada lahan untuk berkemah, tepatnya di kawasan Pasar Semende. “Lokasi tempat berkemah terletak di kawasan pasar semende. Dengan kontur tanah berbukit-bukit dan banyaknya pohon-pohon di lokasi tersebut,” tambahnya.

Pada laman resmi Pemkab Batang, dijelaskan pula ketika berkemah nantinya pengunjung akan disediakan makanan-makanan tempo dulu sehingga bisa mengenang masa dulu sembari tidur di tenda.

Sigit berharap dengan adanya inovasi ini dapat menarik pengunjung untuk mengadakan acara reuni atau kumpul komunitas di Selopajang. “Ke depannya wisata ini juga akan terus dikembangkan dan akan dilengkapi dengan waterpark, wisata edukasi tanaman herbal dan penginapan,” imbuhnya.

Pasar Unik Semende

Pasar Semende sendiri sudah dibuka sejak Juni 2019 lalu. Tujuannya untuk mengingatkan kembali masyarakat akan budaya dan suasana kampung saat libur lebaran. Pasar ini unik karena model transaksi menggunakan balok kayu mirip dengan konsep Pasar Minggon Jatinan. Pengunjung bisa mendapatkan satu balok kayu senilai dengan Rp. 2000. Kemudian bisa digunakan untuk membeli makanan dan minuman yang tersedia.

Adanya Pasar Semende diharapkan mampu menambah destinasi wisata di Kabupaten Batang. “Selain kuliner makanan khas kampung di Pasar Semende juga ada edukasinya seperti baliho-baliho yang bertulis aksara jawa agar mengingatkan pengunjung pada masa dulu,” ujar Sigit.

Pasar Semende juga diharapkan bisa menjadi referensi tempat berkumpulnya komunitas kesenian tradisional. Selain itu juga bisa mingkatkan penghasilan warga sekitar, melihat pendapatan masyarakat sekitar yang relatif tidak stabil.

“Pedagang yang berjualan di Pasar Semende adalah warga Selopajang yang sudah diberi pengarahan dan pelatihan terlebih dahulu,” terangnya.

Add Comment