Ingin Capai ODF, Dinkes Kabupaten Batang: STOP BABS

Suasana pertemuan advokasi Bupati dengan Kepala Desa agar tercapainya Open Defecation Free (ODF). Sumber: Humas Pemkab Batang.

Kauman – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Batang pada Senin (21/10/2019) menggelar pertemuan advokasi Bupati dengan Kepala Desa agar tercapainya Open Defecation Free (ODF). ODF sendiri ialah kondisi dimana setiap orang tidak lagi melakukan BABS.

Menurut Kepala Dinkes setempat, Hidayah Basbeth menuturkan 16% dari total masyarakat Batang masih Buang Air Besar Sembarangan (BABS). Hal ini harus dihentikan karena ODF bisa tercapai diperlukan kesadaran masyarakat untuk tidak BABS.

“STOP Buang Air Besar Sembarangan (BABS) akan memberikan manfaat antara lain, menjaga lingkungan menjadi bersih, sehat, nyaman dan tidak berbau, tidak mencemari sumber air, serta tidak mengundang serangga dan binatang yang dapat menyebar luaskan bibit penyakit, sehingga dapat mencegah penyakit menular,” jelasnya yang dilasir dari website Pemkab Batang.

Bupati Batang, Wihaji turut angkat bicara soal upaya menghentikan perilaku buruk warganya yang BABS. Menurutnya, mengubah perilaku buruk haruslah dengan paksaan termasuk memberi bantuan jamban kepada keluarga kurang mampu. Beliau juga akan mendorong gerakan jamban sehat dengan catatan menggunakan dana pemkab maupun desa setempat.

Sanitasi Buruk Penyebab Stunting

Sanitasi buruk erat kaitannya dengan BABS. Orang BABS tidak sadar jika saat itu juga ia ikut memburuk lingkungannya. Umumnya kotoran terbawa oleh lalat kemudian mencemari makanan. BABS juga mencemari air dan udara yang semuanya adlaah media untuk menyebar luaskan penyakit. Tanpa disadari sanitasi buruk akan mencemari makanan dan minuman kita, bukan gizi yang dapat namun justru bakteri yang diterima.

Riset yang dilakukan Kementrian Kesehatan menyebutkan 40% penyebab stunting adalah gizi buruk. Sisanya yakni 60% disebabkan karena sanitasi buruk.

“Jika hanya asupan gizinya saja yang baik, sedangkan air dan sanitasi buruk seperti terbuang begitu saja. Diibaratkan dapat makanan bagus tapi peralatan dan airnya kotor, ya tidak ada penyerapan gizi di pencernaan,” kata Ignasius Dwi Atmaja Sutapa selaku Direktur Eksekutif Asia Pacific Center for Ecohydrology United Nations Educational, Scientific, and Cultural Organization (Apce-UNESCO).

Menteri Kesehatan RI, Nila Moelok menyebutkan ada 3 hal yang bisa dilakukan untuk mencegah stunting, satu diantaranya adalah perbaikan sanitasi dan akses air bersih. Rendahnya askes sanitasi dan air bersih justru mendekatkan anak pada risiko penyakit infeksi.

Add Comment