Pemkab Batang Siapkan Desa Pesaren Sebagai Agrowisata Tanaman Jeruk

Bupati Batang meninjau kebon jeruk. Sumber: Humas Batang.

Warungasem – Bupati Batang, Wihaji meninjau kebon jeruk di Desa Pesaren pada bulan Juli kemarin. Tinjauan ini sebagai tindak lanjut dari pemberian bibit jeruk dari Balai Penelitian Tanaman Jeruk dan Buah Subtropika (Balitjestro) tahun lalu.

“Di tahun 2018, petani mendapat bantuan bibit secara gratis oleh Balitjestro sebanyak 35 ribu bibit, sekarang jeruk yang telah ditanam usianya 14 bulan yang hasilnya di luar ekspektasi saya.”, kata Bupati.

Seperti dilansir dari laman Pemerintah Kabupaten Batang, pihaknya telah bekerjasama dengan Balitjestro dalam merintis agrowisata sebagai persiapan tahun kunjungan wisata 2022. Tahap awal tanam ada 500 bibit jeruk yang ditanam diatas tanah seluas 1,25 hektar. Dengan usia panen 2,5 tahun atau sekitar 14 bulan.

Susi Wuryantini, seorang peneliti Balitjestro memberi tahu satu jeruk mampu menghasilkan 5kg pada panen perdana nanti bulan Juli-Agustus 2020. Jika ada 500 pohon maka panen raya bisa mencapai 2,5 ton. “Untuk panen selanjutnya agar lebih maksimal arus menggunakan teknologi pertanian dengan sistem Bujangsetra (Buah Berjenjang Setiap Saat).”, jelasnya.

Petani jeruk Desa Pesaren, Jumham Majid menuturkan alasan beralih menanam jeruk karena melihat banyak potensi pada wisata edukasi tersebut. Menurutnya selain perawatan yang mudah, jika nanti sudah menjadi agrowisata, masyarakat bisa bebas memetik jeruk dan memakannya langsung. “Kita proyeksikan sebagai wisata edukasi taman jeruk, selain kita mendapat hasil dari buah juga ada pendapatan lain dari kuliner dan parkir,” ujarnya.

Bupati berencana sebelum memasuki panen raya di tahun 2020 bulan Juli – Agustus, Kebon Jeruk Desa Pesaren bisa dijadikan agrowisata. Adapun varietas jeruk yang ditanam yakni Keprok Pontianak, Keptok RGL dan Keprok Trigas.

Jeruk Keprok

Jarang sekali yang tahu jenis-jenis dari buah bervitamin C ini. Masyarakat Indonesia umumnya mengenal jeruk hanya sebatas pada jeruk mandarin, jeruk bali, jeruk pamelo, jeruk nipis, jeruk bayi/jeruk manis, jeruk keprok dan jeruk siam. Namun, tahukah anda ciri khas dari jeruk keprok?

Laman resmi milik Balitjestro telah mengupasnya. Jeruk dengan nama latin Citrus reticulata merupakan jeruk yang sering kita temukan di pasar. Rasanya perpaduan manis, asam segar. Kulitnya mudah dikupas dengan permukaan sedikit kasar. Bentuknya bulat namun ada pula yang gepeng dengan ciri khas memiliki konde. Persebarannya mencakup hampir seluruh provinsi di Indonesia.

Mengenai kandungan gizinya, Universitas Gadjah Mada menemukan sel antikanker pada kulit jeruk keprok. Selain itu, pada laman Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang menyebutkan jeruk membantu kita untuk mengatasi sulit tidur, mencegah serangan jantung, menurunkan kolesterol, menangkal radikal bebas dan bisa sebagai system imun.

Add Comment