Anniversary, Nubackpacker Bangkitkan Kepedulian Sampah Plastik

Suasana Camp Santri di Bukit Cinta. Sumber: PCNU Batang.

Reban – Rayakan Hari Santri sekaligus anniversary NUbackpacker, Komunitas Pecinta Alam (PA) se Jawa Tengah mengikuti Camp Santri di Bukit Cinta, Desa Ngadirejo, Reban, Batang. 19-20 Oktober 2019 kemarin. Camp tersebut bertemakan “Mengenal Alam, Mengenal Tuhan” dengan tujuan mengkampayekan kepedulian terhadap sampah plastik.

Koordinator NUbackpacker Batang, M. Rosyid Arifudin mengajak Para Pecinta Alam untuk turut serta peduli terhadap lingkungan sekitar, terutama sampah plastik. “Botol air minun plastik akan terurai sekitar 450 tahun, plastik makanan ringan akan terurai 100 tahun, plastik kresek akan terurai 20 tahun, puntung rokok akan terurai 10 tahun. ini semua jelas akan membawa dampak yang tidak baik terhadap lingkungan jika kita tidak mengurangi sampah plastik dari sekarang,” kata Rosyid dalam sambutannya.

Dilansir dari laman PCNU Batang, rangkaian acara Camp Santri diawali dengan doa bersama untuk keselamatan alam Indonesia, pementasan pencak silat pagar nusa, penampilan tari revolusi budaya, pembacaan puisi pecinta alam, talk show kepecinta alaman dan ditutup dengan bersih sampah dan apel Hari Santri.

NUbackpacker sendiri mempunyai 3 langkah sebagai bentuk kepedulian terhadap sampah plastik. Langkah pertama polisi plastik yakni senantiasa mengingatkan kepada diri dan orang lain terhadap pengelolaan sampah plastik. Kedua, penyapu plastik yaitu selalu berusaha membersihkan sampah plastik dan terakhir adalah pengantar plastik, melakukan upaya-upaya pemanfaatan sampah plastik.

Gerakan Zero Waste

Riset World Economic Forum menyebutkan akan ada lebih banyak plastik daripada ikan di lautan (berdasarkan berat) pada tahun 2050. Berbagai kalangan mencanangkan gerakan zero waste. Zero waste berarti bebas sampah. Gerakan ini akan menghindari pemakaian yang hanya bisa digunakan sekali, plastik misalnya.

Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan RI, Susi Pudjiastuti sendiri pernah memimpin pawai monster plastik di salah satu kawasan car free day (CFD). Aksi ini diikuti oleh sekitar 1.500 orang yang peduli terhadap sampah plastik. Menurut Susi, sampah plastik akan bermuara di laut dan ngerinya jika sampah tersebut tanpa sengaja menjadi santapan ikan yang nantinya juga dikonsumsi manusia. Padahal ikan adalah sumber protein tinggi yang mudah didapat.

Salah satu gebrakan pemerintah dalam mengurangi sampah plastik ialah penggunaan tumbler. Gerakan ini merupakan inisiasi dari tiga kementrian yaitu Kementerian Komunikasi dan Informatika bersama dengan Kemenko Maritiman, serta Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Seperti yang dilansir dari laman Kementrian Kominfo, pihaknya terus mengajak kaum millenial untuk ikut mengambil peran dalam gerakan Satu Juta Tumbler.

Unilever, salah satu perusahaan internasional yang memproduksi berbagai barang kebutuhan sehari-hari juga mengklaim ikut menangani masalah sampah. Dilansir dari laman resminya, pada tahun 2025 nanti pihaknya akan menggunakan plastik dari daur ulang. Pihaknya juga akan terus mengembangkan kemasan plastik yang digunakan pada produknya sehingga nantinya bisa memperbaiki komponen plastik.

Gerakan zero waste banyak macamnya, tidak hanya penggunaan tumbler saja. Membawa kotak makan sebagai wadah jajanan pengganti plastik juga dirasa efektif mengurangi penggunaan kantong plastik. Gerakan straw stainless atau sedotan bambu juga saat ini sering digaungkan, termasuk penggunaan tas kain sebagai pengganti kantong plastik.

Add Comment