Babinsa Koramil 03/Gringsing Bantu Petani Gropyok Tikus

Sejumlah petani dibantu anggota koramil 03/Gringsing membersihkan tikus yang berhasil ditangkap. Sumber: Humas Pemkab Batang.

Gringsing – Puluhan petani Gringsing dibantu anggota koramil 03/Gringsing memberantas hama tikus di di lokasi persawahan Poktani Makmur Desa Kutosari, Kecamatan Gringsing, Kabupaten Batang, Jumat (22/11/2019) kemarin.

Pembasmian ini menggunakan metode gropyok, yakni pengendalian hama tikus secara serentak. Dengan adanya kegiatan tersebut diharapkan bisa meningkatkan hasil pertanian untuk percepatan swasembada pangan khususnya di Kecamatan Gringsing.

“Kegiatan seperti ini rutin dilaksanakan sebagai wujud pendampingan TNI kepada para petani. Meski menggunakan peralatan seadanya, babinsa bersama PPL dan para petani padi dapat memaksimalkan hasil tangkapan hama tikus ini,” terang Babinsa Koramil 03/Gringsing, Sertu Pursugiyanto.

Dilansir dari laman Pemkab Batang, kegiatan gropyok tikus ini dihadiri Camat Gringsing Diwakili Bpk. Koko, Babinsa Koramil 03/Gringsing Sertu Pursugiyanto,anggota Polsek Gringsing,Ka BPP Gringsing Ibu Rohati,.Kades Kutosari Teguh Puji, Para petani 40 orang.

“Dengan adanya pendampingan dari Babinsa Koramil Gringsing dan petugas PPL secara berkelanjutan kami optimis akan mendapatkan hasil panen terbaik tahun ini. Sebagai buktinya dalam gropyok sawah bersama ini kami berhasil menangkap sekitar 250 ekor tikus dengan peralatan seadanya,” tutur Kades Kutosari, Teguh Puji.

Inovasi Pengendalian Hama Tikus

Inovasi datang dari mahasiswa jurusan Teknik Elektro Telekomunikasi Politeknik Caltrex Riau, yakni Gemilang Putra Pratama; Wakhyu Dwiono; dan Muhammad Diono. Ketiganya menciptakan alat pemancar audio frekuensi pengusir tikus di sawah.

Alat ini memancarkan gelombang ultrasonic dengan range 20 khz sampai dengan 60 khz yang akan menyala secara terus menerus sesuai dengan perintah dari master. Selain itu alat ini juga menggunakan pasokan tenaga dari sel surya sehingga tidak bergantung pada listrik PLN.

Gelombang ultrasonik adalah gelombang yang hanya bisa didengar oleh hewan. Tikus sendiri adalah salah satu hewan yang peka terhadap gelombang tersebut. Gelombang ini membuat tikus tidak nyaman sehingga menjauh dari radius gelombang tersebut.

Sebenarnya inovasi alat pengusir tikus semacam ini telah banyak dikembangkan oleh beberapa mahasiswa perguruan tinggi. Spesifikasinya pun beragam-ragam sesuai dengan rancangan mereka masing-masing. Namun yang perlu diperhatikan adalah pengusiran hama padi selayaknya tidak dilakukan dengan penggunaan obat-obatan. Sudah cukup penggunaan pupuk kimia untuk pertumbuhan padi dan jangan tambah beban tanah dengan bahan kimia lainnya dalam pengusiran hama.

Add Comment