BPJS Ketenagakerjaan Batang Mentoring Agen Perisai

Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Batang dan Cabang Pekalongan mementoring para agen perisai. Sumber: Pemkab Batang.

Kandeman – Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Batang, Bambang Indriyanto menerangkan selain melakukan mentoring, pihaknya juga mengajak diskusi terkait strategi untuk pencapaian target pada tahun ini.

Pada acara tersebut dihadiri oleh 30 agen se-Kabupaten Batang. Selain itu, hadir pula Kepala Bidang Pelayanan BPJS Ketenagakerjaan Cabang Pekalongan, Muktiningsih. Ia menjelaskan terkait manfaat keikutsertaan BPJS Ketenagakerjaan.

“Ketika mereka mengalami risiko seperti kecelakaan kerja atau kematian, akan mendapatkan manfaat dari program BPJS Ketenagakerjaan yaitu Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM). Selain itu, juga mendapatkan manfaat dari program Jaminan Hari Tua (JHT), bahwa program BPJS Ketenagakerjaan adalah program pemerintah diharapkan mengurangi beban pihak keluarga atau ahli waris apabila terjadi risiko.”, jelasnya..

Dilansir dari website Pemkab Batang, disampaikan pula bahwa BPJS telah menyiapkan sejumlah hadiah untuk para agen yang memiliki pencapaian tertinggi. Hal tersebut dilakukan untuk memotivasi agen agar terus meningkatkan pencapaiannya.

Agen Perisai

Pada dasarnya BPJS Ketenagakerjaan tidaklah sama dengan BPJS Kesehatan. BPJS Kesehatan merupakan transformasi dari PT Asuransi Kesehatan (Askes) (Persero). Sedangkan BPJS Ketenagakerjaan merupakan transformasi dari PT Jamsostek (Persero).Manfaat dari BPJS Ketenagakerjaan sendiri melingkupi Jaminan Hari Tua (JHT), Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Jaminan Kematian (JK), dan Jaminan Pensiun (JP).

BPJS Ketenagakerjaan menyasar kepada para pekerja di Indonesia, baik pekerja formal maupun informal. Organisasi buruh ILO menyebutkan sekitar 80% dari pekerja informal masih belum mempunyai perlindungan sosial atau semacamnya.

“Jumlah tenaga kerja di Indonesia saat ini adalah 122 Juta pekerja dengan komposisi 51,4 juta pekerja formal dan 70,9 juta pekerja informal. Dengan jumlah peserta BPJS ketenagakerjaan saat ini kurang lebih 21 juta peserta baik formal maupun informal, maka BPJS Ketenagakerjaan mempunyai tugas yang tidak ringan untuk mengakuisisi 103 juta pekerja lagi yang saat ini belum menjadi peserta, sesuai dengan amanat Undang-undang.”, tutur Emil Syarif Ismel, kepala salah satu cabang BPJS Ketenagakerjaan di Jawa Barat.

Untuk menyasar para pekerja, BPJS menggunakan strategi agen perisai yakni, Penggerak Jaminan Sosial Nasional. Agen ini berasal dari kalangan masyarakat yang menjadi perpanjangan tangan dari BPJS Ketenagakerjaan. Mereka bertugas untuk menggaet masyarakat yang belum menjadi peserta dengan menyasar kepada perangkat desa, badan usaha milik desa (bumdes) hingga usaha kecil menengah lainnya.

Add Comment