Ketua PGRI Batang Minta Guru Kuasai IT

Kasepuhan – Berkembangnya zaman yang terus maju membuat anak-anak pada era modern saat ini akrab dengan dunia teknologi. Inilah yang menjadi alasan Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Batang, Warsito meminta para guru untuk bisa menguasai IT. Pihaknya meyakini guru sekarang sebagian besar sudah menguasai IT, oleh karena itu diharapkan para guru bisa mengakses sumber pembelajaran yang dilakukan secara online.

“Kita bisa melihat fitur-fitur yang ada di sana, kalau guru tidak mampu untuk itu, guru akan ketinggalan, bahkan muridnya akan lebih pintar,” ungkap Warsito.

Dilansir dari laman Pemkab Batang, hal tersebut sesuai dengan saran Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, Nadiem Makarim. Menurutnya, tercapainya pendidikan yang maju perlu adanya penguatan pendidikan karakter, penguasaan bahasa asing dan penguasaan bahasa program. Secara sederhana bahasa program adalah bahasa komputer, ini berarti mau tidak mau guru harus lebih mampu menguasai IT ketimbang siswanya.

Model Pendidikan Masa Depan

Menurut Prof. DR. I Nyoman S. Dengeng, M. Pd., konsep pendidikan klasikal yang mengutamakan keteraturan suatu saat akan berakhir pada ketidakteraturan. Ketertiban bermuara pada kekacauan, dan saat ini sedang menuju era kesemrawutan.

Imam Nashokha, S. Pd. melihat konsep pendidikan yang saat ini berlaku di Indonesia cenderung membentuk anak sesuai sesuka pendidik. Hal ini dinilai berpotensi mematikan bakat pada anak. Bukan tanpa alasan, siswa dianggap sebagai gelas kosong yang siap menerima apapun dari pendidik padahal setiap siswa adalah pribadi yang berbeda.

Konsep pendidikan klasikal yang kini dipakai negeri ini dinilai kurang cocok. Menurut Fernando Uffe, pakar pendidikan di Extramarks Indonesia menyebutkan video based learning akan menjadi media pembelajaran di masa depan. Media ajar yang saat ini didominasi tulisan dan power point nantinya akan tergeser dengan hadirnya video tersebut.

Model pendidikan masa depan kelak akan selalu berdampingan dengan teknologi, terlebih saat ini kita sedang menuju revolusi teknologi 4.0. Konsep behavioralisme yang menuntut keretaruran juga dinilai tidak lagi cocok diterapkan pada era yang akan datang.

Add Comment