Peringati Maulud Nabi, Siswa Diminta Hormati Keberagaman Dan Asah Kreativitas

Seorang siswa sedang mengikuti lomba dai yang diadakan SMAN 2 Batang. Sumber: Pemkab Batang.

Rowobelang – Untuk menumbuhkan jiwa kreativitas pada peserta didik, SMAN 2 Kabupaten Batang menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad pada Selasa (12/11/2019). Peringatan Maulid Nabi kali ini mengambil tema “Menumbuhkan Rasa Cinta dan Meneladani Karakter Rasullullah”.

Pihak sekolah sendiri menginginkan agar kreativitas dan kemampuan siswa dalam bidang ilmu agama bisa tersalurkan dalam peringatan maulid nabi. “Acara ini melatih anak supaya memiliki konsep inovasi yang agak berbeda dari tahun sebelumnya. Contohnya lomba dai melatih anak mempunyai kemampuan dalam berceramah mensyi’arkan Islam,” ungkap Wakil Kepala Bidang Kesiswaan, Agus Mawardani

Dilansir dari laman Pemkab Batang, ada 72 peserta yang mengikuti perlombaan dalam kegiatan tersebut. Lomba yang diadakan diantaranya dai, tilawah Alquran dan kaligrafi. Semua peserta wajib menyeseuaikan tema yang telah ditentukan.

“Anak-anak diupayakan untuk meneladani karakter rasul yaitu menjadi orang yang dapat dipercaya (amanah), orang yang perkataan dan ucapannya benar (shiddiq), orang yang menyampaikan firman Allah (tabligh) dan orang yang cerdas (fathonah),” papar Agus.

Acara maulid nabi ini juga mengajarkan para siswa untuk menghormati perbedaan agama agar tidak ada rasa benci diantara para pelajar.

Upaya Indonesia Menanggulangi Terorisme

Abd Rohim Ghazali menyebutkan tindakan kekerasan dan terorisme yang berawal dari sikap intoleran. Menurutnya aksi teror di Indonesia sering dikaitkan dengan Islam karena faktor motif dan agama pelakunya. Padahal di samping faktor agama/ideologi, ada tindakan kekerasan serupa teror dengan motif lain.

Menurut Rochim, perlu adanya promosi toleransi dan multikulturalisme untuk memperkuat persaudaraan dan kebangsaan Indonesia. Promosi tersebut harus dilakukan sejak bangku sekolah karena sekolah bisa turut berperan dalam menghalau intoleransi dan kebencian.

Dalam menanggulangi terorisme, BNPT kini memiliki Undang-Undang No. 5 Tahun 2018 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme. Indonesia menggunakan langkah pendekatan lunak dan keras. pendekatan lunak yaitu kontra radikalisasi, deradikalisasi, kesiapsiagaan nasional sementara pendekatan keras yaitu penegakan hukum dan pembinaan kemampuan.

Sementara itu, Drs. Suhardi Alius menuturkan penanggulangan terorisme perlu dilakukan secara komprehensif. Implementasinya bisa berupa kerja sama dengan lembaga masyarakat, akademisi, serta sektor swasta. Kementrian Kominfo juga turut andil dalam penanganan terorisme di Indonesia dengan rajin melakukan patroli siber. Hal ini dilakukan untuk mencegah penyebaran konten negatif terutama konten radikalisme dan terorisme.

Dilansir dari laman Kementrian Luar Negeri (Kemenlu), peran Indonesia dalam menanggulangi terorisme kini telah diakui oleh dunia internasional terutama PBB. Hal ini dibuktikan dengan terpilihnya kembali Indonesia sebagai anggota dari Dewan Penasihat UN Counter-Terrorism Center untuk periode 2015-2018.

Add Comment