SMAN 2 Batang Dipilih sebagai Rintisan Sekolah Siaga Kependudukan

Sosialisasi dan Koordinasi SSK Tingkat Kabupaten Batang dilaksanakan di Laboratorium Fisika SMAN 2 Batang. Sumber: Humas Pemkab Batang.

Rowobelang – Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kabupaten Batang memilih SMAN 2 Btaang sebagai Sekolah Siaga Kependudukan (SSK). Dipilihnya SMAN 2 Batang ini sebagai apresiasi atas komitmen para warga sekolah dalam menyampaikan materi pendidikan kependudukan kepada peserta didik disela-sela kegiatan belajar mengajar.

Pertemuan Sosialisasi dan Koordinasi SSK Tingkat Kabupaten Batang dilaksanakan di Laboratorium Fisika SMAN 2 Batang, Rabu (6/11/2019) kemarin. Mengingat pada tahun 2035 mendatang, Indonesia akan mengalami bonus demografi. Yakni penduduk Indonesia didominasi usia 15-65 tahun dimana rentang usia tersebut masuk dalam usia produktif.

Kepala DP3AP2KB Kabupaten Batang, Muchlasin menuturkan materi mengenai pembangunan keluarga berencana dalam SKK tidaklah disampaikan dalam satu mata pelajaran tersendiri melainkan masuk dalam pelajaran pengayaan. Menurutnya, dengan adanya materi pengayaan tersebut, guru dapat memberi arahan kepada anak didiknya untuk merencanakan masa depannya.

“Jika tidak siap menghadapi bonus demografi yang diiringi dengan jumlah angkatan kerja yang tinggi, tapi lapangan kerja tidak ada, maka akan berpengaruh pada semua lini yakni keamanan, ketenteraman dan kesejahteraan akan terganggu,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Pengendalian Penduduk Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Tengah, Sholikhul Hadi menyampaikan inti dari SSK adalah membangun sumber daya manusia sehingga penerapannya masuk dalam semua mata pelajaran. Ia pun mengharuskan anak-anak untuk mempersiapkan diri ketika memasuki usia dewasa. “Persiapkan mental, spiritual, keterampilan dan pendidikan, sehingga siap menjadi pribadi yang kokoh dan tangguh dalam menghadapi tanggung jawab,” ujar Sholikhul.

Seperti dilansir dari laman Pemkab Batang, Kepala SMAN 2 Batang, Suraji menyebutkan sekolahnya telah memenuhi syarat untuk media pembentukan sumber daya manusia. “Tahun ini kami merintis Sekolah Adiwiyata dan mempopulerkan Pojok Literasi, yang bisa diintegerasikan dengan Pojok Kependudukan, menjadi “Taman Belajar Pojok Literasi dan Kependudukan,” imbuhnya.

Bonus Demografi

Bonus demografi adalah suatu kondisi dimana usia produktif pada suatu negara lebih tinggi daripada usia tidak produktif. Adanya bonus demografi ini menurut Kepala Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), Hammam Riza perlu ditopang dengan pengembangan sumber daya manusia (SDM) sebagai pilar utama pembangunan nasional.

“Kami di BPPT berkomitmen tegas dalam mendorong peningkatan komposisi SDM Iptek, serta dibangunnya Manajemen Talenta Nasional, guna mengidentifikasi, memfasilitasi serta mendukung pendidikan dan pengembangan talenta-talenta Indonesia,” papar Hammam.

Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), Hasto Wardoyo menyampaikan bonus demografi yang nanti akan dipetik Indonesia adalah buah dari program keluarga berencana yang dicanangkan sejak 1971 lalu.

Bonus demografi akan menjadi bencana jika tidak dimanfaatkan dengan baik oleh generasi muda. Seperti yang dituturkan oleh Muchlasin, banyaknya usai produktif jika tidak dibarengi dengan ketersediaan lapangan pekerjaan yang memadai justru akan mempengaruhi keamanan, ketenteraman dan kesejahteraan yang sudah ada.

Oleh karena itu, Hasto Wardoyo meminta generasi milenial mau memanfaatkan bonus demografi tersebut dengan baik. “Makanya generasi muda harus banyak berilmu, soft skill itu penting hard skill juga penting, kalau tidak punya salah satu jatuhnya sesat menyesatkan,” pintanya.

Add Comment