Wakil Bupati Batang Lepas Jamaah Umroh

Wakil Bupati Batang ketika melepas jamaah umroh. Sumber: Pemkab Batang.

Kauman – Pelepasan Jamaah Umroh yang berlangsung di Masjid Agung Darul Muttaqin Kabupaten Batang dirasakan penuh khidmat disertai rasa haru oleh para keluarga calon jamaah. Jamaah umroh dilepas langsung oleh Wakil Bupati Batang Suyono, Senin (4/11/2019).

Wakil Bupati Batang Suyono meminta jamaah umroh untuk terus menjaga nama baik Indonesia. “Bawa dan jaga nama baik budaya Indonesia jangan sampai orang mengenal Indonesia dari sisi yang tidak baik. Tunjukkan suatu hal yang baik dan bijaksana, berdoalah dengan sungguh-sungguh jangan dengan keraguan, akan tetapi yakin bahwa janji Allah SWT akan mengabulkan,” terangnya.

Dilansir dari laman Pemkab Batang, jumlah jamaah yang dilepas pada hari itu sebanyak 90 orang. Ketua Panitia PT Madinah Iman Wisata Cabang Batang, Ahmad Yuli mengimbau jamaah untuk menjaga kesehatan selama berada di tanah suci.

Pihaknya juga meminta seluruh masyarakat yang berniat untuk beribadah umroh agar tidak salah dalam memilih travel. Hal tersebut bukanlah tanpa alasan, pasalnya akhir-akhir ini banyak kasus travel nakal.

Travel Nakal

Kasus travel umroh nakal yang menjadi sorotan hingga saat ini adalah first travel. First travel adalah biro penyelenggara ibadah umroh yang menggelapkan uang jamaahnya. Izin operasionalnya dicabut Kemenag pada 3 Agustus 2017 lalu. Pencabutan tersebut buntut dari kecurigaan Satgas Waspada Investigasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Satgas tersebut menilai adanya indikasi investasi illegal melihat banyaknya calon jamaah umroh yang belum diberangkatkan oleh biro tersebut.

Kasus first travel ini bisa dijadikan pelajaran bagi kita semua. Asosiasi Muslim Pengusaha Haji dan Umroh Indonesia (AMPHURI) dalam salah satu portal berita membeberkan 3 ciri travel nakal. “Pertama adalah harga yang jauh lebih murah, harga normal paket umroh itu diantara 19-25 juta. Kedua, tidak memiliki izin resmi dari pemerintah dan yang terakhir adalah fasilitas umroh tidak sesuai standar misalnya dalam hal tempat penginapan. Biro-biro umroh biasanya menggunakan hotel bintang 3, ini paling minimal karena jarak maksimal dari Masjidil Haram adalah 800 meter tidak lebih dari itu,” tutur Ketua Dewan Kehormatan AMPHURI, Rinto Raharjo.

Sementara itu, Menteri Agama Era Kabinet Kerja, Lukman Hakim Saifuddin telah meluncurkan aplikasi Sistem Informasi dan Komputerisasi Pengelolaan Terpadu Umrah dan Haji Khusus (siskopatuh).

“Kita ingin aplikasi ini terintegrasi dengan lembaga terkait sehingga kita bisa mengetahui melalui aplikasi bagaimana bisnis proses umrah dilakukan sehingga tujuan utamanya jangan sampai ada lagi calon jemaah Umrah yang dirugikan. Tidak ada lagi peluang sekecil apapun bagi pihak-pihak yang sejak awal memiliki niat tidak terpuji dengan memanfaatkan calon jemaah umrah,” tegas Lukman Hakim Saifudin.

Aplikasi ini diharapkan bisa meminimalisir tumbuhnya travel nakal seperti first travel. Pasalnya melalui aplikasi ini Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umroh (PPIU) akan dipantau langsung oleh Kemenag. Jadi semua nama calon jamaah umroh akan dimasukan dalam jaringan komputer (siskopatuh), persis seperti melakukan pendaftaran haji reguler.

One thought on “Wakil Bupati Batang Lepas Jamaah Umroh

Add Comment