Aisumaki, Media Edukasi Gemar Makan Ikan pada Anak

Himpaudi memperagakan Senam Anak Indonesia Suka Makan Ikan (Aisumaki) di lapangan Dracik. Sumber: Pemkab Batang.

Proyonanggan Selatan – Himpunan Tenaga Pendidik Anak Usia Dini (Himpaudi) Kecamatan Batang memperagakan Senam Anak Indonesia Suka Makan Ikan (Aisumaki) di lapangan Dracik Kampus Proyonanggan Selatan, Kabupaten Batang, Kamis (21/11/2019).

“Gerakan edukasi Aisumaki diikuti seluruh Kelompok Bermain (KB) dan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), se-Kecamatan Batang. Kegiatan ini diikuti 48 lembaga dan tiap lembaga diwakili 10 anak,” terang Ketua Himpaudi, Titin.

Senam Aisumaki digunakan sebagai sarana untuk mengenalkan dan membiasakan anak gemar makan ikan. Ini adalah upaya untuk mencegah stunting pada anak ketika masa pertumbuhan.

Dilansir dari website resmi Pemkab Batang, senam ini dilakukan serentak di seluruh Indonesia. Anak-anak yang turut hadir diminta oleh panitia untuk membawa bekal nasi dengan lauk ikan. Nantinya mereka akan makan ikan bersama dengan bekal masing-masing.

Ratusan buku cerita anak turut meriahkan acara agar anak-anak juga gemar membaca dan mencintai buku lewat dongeng. Buku tersebut disiapkan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Disperpuska) dengan  Mobil Pintar dan Motor Pintar.

Sementara itu, Muhammad selaku Sekretaris Kecamatan Batang berharap adanya gerakan makan ikan bersama tersebut bisa membuat anak paham bahwa mengkonsumsi ikan setiap hari bermanfaat untuk kecerdasan mereka.

Edukasi Anak Dengan Permainan

Berdasarkan hasil riset Piaget, intelegensi anak akan berkembang bila semua panca indera mereka terlibat langsung dalam pembelajaran. Salah satu medianya adalah lewat permainan edukatif dimana anak diajak untuk aktif dengan seluruh panca indera.

Donald Clark menyebutkan bahwa game/permainan memiliki keunggulan tersendiri dalam hal penyampaian pembelajaran, salah satunya adalah animasi. Dengan media audio visual, anak akan lebih cepat menangkap inti informasi dan menyimpannya dalam jangka waktu yang lama.

Sama halnya dengan senam Aisumaki, anak melihat sekaligus mendengar dan melakukan langsung informasi yang ia dapatkan. Beberapa panca indera yang digunakan secara bersamaan bisa membantu mereka untuk mengingatkan kembali apa yang telah diajarkan.

Hal tersebut serupa dengan yang dikatakan oleh Anderson bahwa penggunaan media dengan melibatkan suara dan visualisasi mampu meningkatkan kognitif anak-anak dan juga bisa menjadi contoh nyata terkait cara bersikap atau berbuat.

Add Comment