Galangan Kapal Kayu akan Jadi Wisata Edukasi di Batang

Klidang Wetan – Pemerintah Kabupaten Batang mengerahkan Dewan Riset Daerah (DRD) setempat untuk mengkaji potensi Galangan Kapal Kayu ini. DRD sendiri menyebutkan bahwa galangan kapal tersebut bisa dijadikan eduwisata hingga kancah internasional.

Menurut mereka galangan kapal yang berada di Sungai Sambong Batang ini termasuk yang terbesar ketiga di dunia. Dilansir dari laman Pemkab Batang, pernyatan itu disampaikan oleh perwakilan DRD Kabupaten Batang M Hariyanto di Galangan Kapal Kabupaten Batang, akhir November kemarin.

“Nantinya edukasi wisata bahari galangan kapal kayu menjadi satu paket dengan Pantai Sigandu. Potensi lainya yaitu perkebunan bunga melati serta museum bahari juga akan dikembangkan,” jelasnya.

Saat mendampingi tim DRD, Bupati Batang sendiri menyebutkan bahwa pihaknya akan melakukan perbaikan terkait infrastuktur demi mendukung wisata bahari galangan kapal kayu tersebut. Beliau juga menyampaikan bahwa Desember 2019 ini akan diadakan market test.

Hadirkan Konsep Restoran Bahari

Bahkan Bupati Batang, Wihaji juga turut mengundang juru masak profesional lulusan Harvard University. Dirinya ingin mengusung restoran bahari seperti yang ada di Muara Angke, Jakarta. Inilah alasan dirinya mendatangkan chef lulusan universitas terbaik dunia.

“Kita akan meniru restoran bahari Muara Angke Jakarta, untuk itu kami akan ajarkan skill memasak untuk warga yang dilatih chef lulusan Harvard. Tujuannya, supaya ada tempat makan dengan chef profesional di Kawasan Wisata Bahari Batang,” tutur Wihaji.

Di Muara Angke sendiri ada sebuah restoran apung yang menjadi kebanggaan Djarot Saiful Hidayat, Gubernur Provinsi DKI Jakarta sebelum Anies Baswedan menjabat.  Restoran ini menawarkan pemandangan laut yang indah.

Dilansir dari berbagai media berita online, resto apung tersebut mengusung konsep Eat and Eat seperti didalam pusat pembelanjaan.  Tempat makan ini berbentuk menyerupai ikan pari dengan luas area 4.458 meter. Dengan luas itu, resto ini diperkirakan mampu menampung 29 pedagang dengan 500 pengunjung. Bangunan ini terdiri dari 2 lantai dengan 9 gazebo. Resto ini juga berdampingan dengan beberapa destinasi wisata lainnya seperti wisata mangrove.

Add Comment