Gelar Diklat Kepala Desa, Pemkab Batang Ingin Kades Ubah Desa dengan Inovasi dan Kreativitas

Bupati Wihaji memberikan nasihat kepada kepala desa yang mengikuti diklat. Sumber: Humas Pemkab Batang.

Semarang – Pemerintah Kabupaten Batang menggelar Pendidikan Kilat (Diklat) Pemerintahan Desa bagi para kepala desa yang ada di Kabupaten Batang. Kepala desa diberi pengetahuan agar nantinya bisa menjalankan pemerintahan sesuai dengan regulasi. Diklat yang menjadi satu-satunya di Indonesia ini digelar di  Hotel Griya Persada Bandungan, Rabu (11/12/2019).

“Diklat sangat penting bagi Kepala Desa baru dilantik, untuk mengetahui tugas dan kewenangan kepala desa dengan memegang aturan untuk merealisasikan visi dan misinya, manusia itu tidak sempurna lanjutnya, akan tetapi harus ada ikhtiar untuk saling mengingatkan.”jelas Wihaji, Bupati Batang.

Menurut Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Kabupaten Batang, Agung Wisnu Barata, seperti yang dilansir dari laman resmi Pemkab Batang, diklat tersebut diisi oleh Kapolres Batang, Dandim 0736 Batang, BPK, BPKP provinsi Jawa Tengah dan akademisi dari Unnes serta Undip. “Diklat selama empat hari kalau kita rangkum untuk pembentukkan karakater dari TNI, Polri, dari akademi mengisi tentang keilmuan dan dari praktisi mingisi skil cara memimpin,”terangnya.

Ubah dengan Inovasi dan Potensi

Bupati Wihaji menuturkan bahwa saat ini pasar dunia dipegang oleh Cina. Semangat perubahan di negara Cina tersebut berhasil mengalahkan negara adikuasa, Amerika. Mereka terus berbenah, melakukan trobosan-trobosan dengan kreatifitas dan inovasi sehingga berhasil seperti saat ini. Wihaji pun menilai jika Kabupaten Batang tidak siap melakukan perubahan tersebut maka akan tertinggal. “Negara kita sendiri pun perkembangannya sangat cepat sekali, jadi kalau tidak siap akan tertinggal,” tandasnya.

Pada kesempatan itu, Bupati juga menyampaikan bahwa Rencana Tata Ruang Wilayah ( RTRW) tahun 2020 akan membuat Batang kebanjiran investor baik dalam maupun luar negeri. Ia pun mengajak para kepala desa untuk menyiapkan warga agar tidak hanya menjadi penonton saja.

Tahun 2020 sendiri direncanakan Kabupaten Batang akan membutuhkan lebih dari 10.000 tenaga kerja. Selain itu, pada tahun yang sama pemerintah setempat juga akan menerapkan konsep Bazar Bisnis dengan membangun Batang Teras Pandawa untuk pusat hiburan, kuliner, UMKM dengan ekonomi kreatifnya. Hal ini tentunya untuk memperkuat simpul ekonomi di daerah Batang.

“Batang akan mandiri dan berdaya saing kalau Kades rubah desanya dengan inovasi pelayanan publik yang cepat transparan mudah dan sederhana, petakan masalah cari solusi dan gali potensi desa dan tampilkan kekayaan yang dapat meningkatkan pendapatan desa yang muaranya untuk kesejahteraan,” ungkap Wihaji dikutip dari website resmi Pemkab Batang.

Add Comment