Hari Menanam Pohon Indonesia, Polres Batang Tanam 200 Pohon

Aksi menanam pohon oleh kepolisian di Batang. Sumber: Humas Pemkab Batang.

Proyonanggan Selatan – Polres Batang dan Polsek jajarannya melakukan penghijauan di lingkungan Mapolres Batang dengan bibit pohon trembesi, pucuk merah dan palem. Penghijauan ini untuk memperingati hari menanam pohon Indonesia, akhir November kemarin. Wakapolres Batang, Kompol Hartono mewakili Kapolres Batang secara simbolis memulai aksi penanaman pohon tersebut, Kamis (28/11/2019).

“Sengaja memilih pohon trembesi, pucuk merah, dan palem dengan harapan jika nanti tumbuh besar, selain menjadi penghijauan dan memberikan udara segar, juga kenyamanan dan keasrian sekitar,” ujar Kompol Hartono.

Diketahui dari laman resmi Pemkab Batang, aksi ini bertajuk “Polda Jateng Go Green” dan pada kesempatan yang sama ditanam sekitar 200 bibit pohon di sekitar Mapolres, Mapolsek, dan asrama polisi.

Tekan Karbondioksida

Pemanasan global (global warming) adalah buntut dari adalah efek rumah kaca. Pengertian efek rumah kaca menurut LIPI adalah proses pemanasan permukaan planet yang disebabkan adanya perubahan komposisi dan keadaan atmosfer. Perubahan itu kerap diakibatkan oleh naiknya konsentrasi gas karbondioksida (CO2) dan gas lainnya di atmosfer.

Secara sederhana, ada elemen di atmosfer sana yang mampu memantulkan kembali cahaya matahari keluar bumi. Namun dengan banyaknya CO2 yang menumpuk di udara menyulitkan cahaya tersebut keluar dari satu-satunya planet yang dihuni manusia ini. Efeknya, panas dari matahari terus terperangkap di dalam bumi dan menyebabkan peningkatan suhu. Naiknya suhu bumi akan berdampak pada iklim yang menyebabkan beberapa kekacauan seperti kebakaran hutan dan naiknya permukaan air laut.

World Resources Institute (WRI) menilai perlu adanya pemindahan kabon dari atmosfer, maksud pemindahan disini adalah pengurangan emisi tersebut. Data mereka menyebutkan sudah lebih dari 2.000 gigaton karbon dioksida yang masuk ke dalam atmosfer semenjak revolusi industri terjadi sekitar tahun 1970 silam. (Satu gigaton setara dengan satu miliar metrik ton.)

Pihaknya menawarkan solusi penekanan emisi karbondioksida dengan penanaman kembali hutan yang gundul dan kembalikan fungsi lahan pertanian. Menurut mereka, menanam tanaman pada tanah yang kosong mampu memperpanjang proses fotosintesis dengan daya serapnya mencapai setengah metrik ton CO2 per ekar per tahun. Namun penghapusan karbon yang mencapai ribuan gigaton tersebut membutuhkan banyak sekali lahan pertanian.

Setidaknya dengan menanam pohon-pohon rindang di sekitar tempat tinggal maupun lingkungan kerja bisa sedikit membantu pengurangan gas karbondioksida yang ada di udara. Karena sejatinya, sumber utama makanan pohon adalah karbondioksida, air dan sinar matahari.

Add Comment