Penuhi Hak Anak, DP3AP2KB Batang Bentuk Masjid Ramah Anak

Kauman – Kabupaten Batang lewat Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) setempat akan segera mewujudkan masjid anak. Hal tersebut sampaikan langsung oleh Kepala DP3AP2KB, Muchlasin dalam sambutan acara Pelatihan Pemahaman Konvensi Hak Anak di Aula Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dispermades) Kabupaten Batang, Rabu (4/12/2019).

Program masjid ramah anak ini sebagai upaya memenuhi hak anak dalam hal keagamaan. Pihaknya akan membuat masjid yang bisa membuat mereka merasa aman dalam beribadah sehingga nantinya bisa memahami agamanya secara benar. “Contohnya saat anak mau belajar wudhu air mudah didapat, tempatnya harus aman dan nyaman agar jangan sampai anak terpeleset, tempat wudhunya disendirikan, disediakan kursi bagi mereka yang tidak bisa ruku’ dan sujud serta kursi roda bagi kaum disabilitas” ungkapnya.

Dikutip dari siaran resmi Pemkab Batang diwebsitenya, Ketua Yayasan Setara Jawa Tengah, Yuli Sulistianto menilai perlu adanya kerja sama antara OPD terkait, Perangkat Desa hingga Lembaga Swadaya Masyarakat. Menurutnya, mereka harus diberikan kesempatan untuk berekspresi sehingga nantinya hak-hak anak akan terpenuhi. Sementara itu, DP3AP2KB dan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Batang akan segera melakukan pertemuan guna membahas masjid ramah anak tersebut.

Bebaskan Berekspresi

Seorang pakar psikologi dari Universitas Tarumanegara, Agustina menyatakan bahwa pola asuh orang tua harusnya dengan sistem demokratis. Maksudnya, anak diberi kebebasan untuk berpendapat dan berekspresi di rumah sehingga itu membuat mereka akan lebih mudah beradaptasi. Pernyataan Agustina ini dikutip dari salah satu situs majalah tentang wanita yang sudah beridri 30 tahun lebih berdiri.

Pola asuh ini menjadikan anak tidak hanya jago kandang saja namun juga di luar lingkungan lainnya. Mereka yang diasuh dengan demokratis akan lebih mudah menerima lingkungan baru. Selain itu, mereka juga akan lebih friendly ketika ketemu orang baru.

Tsulistianta Subhan Aziz, S. Pd. menilai perlu adanya masjid yang ramah anak. Ia tidak memungkiri bila dunia anak adalah dunia permainan sehingga sering kali kegembiraan mereka membuat bising di masjid. Tak sedikit pula yang justru memarahi anak-anak yang gaduh di masjid, alasannya sederhana karena kegaduhan tersebut mengganggu kekhusyukan jamaah yang sedang beribadah.

Menurutnya, ada beberapa cara menciptakan masjid yang ramah anak yakni menambahkan tempat bermain untuk anak; pembinaan orang tua mengenai pengetahuan tentang masjid; pemberian shaf untuk anak sehingga mereka bisa terus terawasi; dan pemberian nasihat yang terus berulang.

Ia pun mengutip pernyatan dari Muhammad Al-Fatih, penakluk Konstantinopel (Turki) pada tulisannya yang dimuat di salah satu media. Pernyataan tersebut berbunyi, “Jika suatu masa kamu tidak mendengar gelak tawa anak-anak, riang gembira di antara shaf shalat di masjid-masjid, maka sesungguhnya takutlah kalian akan datangnya kejatuhan generasi muda di masa itu.”

Add Comment