Evaluasi Program Smart City, Wihaji: Smart City Tak Harus Berbasis Teknologi

Bupati Batang Wihaji saat memberikan sambutan dalam acara evaluasi program smart city. (Foto: Humas Batang)

Kauman, Batang – Implementasi program smart city Kabupaten Batang sudah berjalan dua tahun. Untuk mengetahui sejauh mana kemajuan dari program tersebut, Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Batang menggelar evaluasi dan tinjauan lapangan implementasi program smart city bersama Kemenkominfo pada awal Maret lalu.

Dalam sambutannya, Bupati Batang Wihaji mengatakan bahwa smart city tidak melulu harus berbasis pada teknologi, yang terpenting pelayanan harus maksimal, efektif, efisien, dan sederhana. “Ada program kita yang smart, tapi tidak berbasis teknologi. Salah satu dari tiga yang ditampilkan, yaitu Minggon Jatinan,” papar bupati.

Dirinya menegaskan, jangan sampai setelah di-launching, suatu program dilupakan begitu saja karena terlalu banyak urusan dan tidak ada pengawalan. Bupati berharap, program smart city benar-benar dilaksanakan tidak hanya diprogramkan, maka harus ada regulasi atau aturan yang sifatnya memaksa pelaksanaan program smart city.

Dikatakan Wihaji, smart city menjadi prioritas, di mana program tersebut akan mempermudah masyarakat dalam hal pembangunan dan pelayanan. Pihaknya menargetkan smart city akan dilaksanakan hingga 2029, dan diharapkan dalam waktu 10 tahun kepala dinas bisa berkomitmen untuk menyukseskan program ini.

Pentingnya Melakukan Inovasi

Kabupaten Batang masuk dalam 100 kabupaten/kota yang mendapatkan prioritas pendampingan dari kemekominfo terkait program smart city, sehingga diharapkan inovasi baru harus bisa dimunculkan selain pendampingan smart city yang sudah ada.

Bupati Batang Wihaji terus menyerukan pentingnya untuk melakukan inovasi di setiap OPD. Hal tersebut untuk menyederhanakan pelayanan, baik pelayanan publik maupun pelayanan yang sifatnya internal. “Tapi inovasi tersebut jangan seperti anget-anget tai ayam,” tegas Wihaji.

Menurutnya, inovasi harus terus digenjot menyesuaikan perkembangan zaman serta sesuai dengan nawacita Presiden Joko Widodo, yakni menciptakan inovasi yang sifatnya cepat, efisien, dan sederhana.

“Saya masih merumuskan rencana pemberian reward atau apresiasi kepada OPD yang memiliki inovasi bagus melalui program-program prioritas, yang nanti menunjang inovasi akan kita biayai melalui keberpihakan anggaran Pemkab,” imbuhnya.

Add Comment