Kebun Kopi Batang, Potensi Komoditas Unggulan

Wisata Edukasi Kebun Kopi di Desa Surjo, Kecamatan Bawang. BATANGKAB

Pertanian merupakan bagian dari perekonomian nasional yang memegang peran penting dalam perekonomian Indonesia. Indonesia yang merupakan negara agraris membuat setiap daerah memiliki lahan pertanian dengan potensinya masing-masing.

Dengan diberlakukannya otonomi daerah, setiap daerah kemudian diberi tugas untuk menonjolkan potensi daerahnya masing-masing. Terutama dalam penyelesaian masalah yang berkaitan dengan kebijakan pemerintah setempat, agar jalan yang diambil menjadi lebih efektif dan tepat sasaran.

Di Kabupaten Batang, sektor pertanian menjadi salah satu sektor yang dominan dalam penyerapan tenaga kerja. Pada tahun 2006, terdapat 48,12% dari 694.453 jiwa penduduk di Kabupaten Batang tercatat bekerja di sektor pertanian, baik dalam subsektor pertanian tanaman pangan, perkebunan, perikanan, peternakan, dan pertanian lainnya.

Itu berarti Kabupaten Batang merupakan salah satu daerah yang mengandalkan sektor pertanian sebagai pendapatan warganya. Subsektor pertanian di Batang yang memiliki komoditas tinggi adalah perkebunan.

Komoditas yang dihasilkan dari subsektor perkebunan, ada teh, kelapa, cengkeh, tembakau, kopi, kakao, kapuk, lada, melati, vanili, mete, aren, nilam, tebu, jahe, kunyit, laos dan kencur.

Pengelolaan subsektor perkebunan tersebut ada yang berada di bawah perkebunan swasta dan perkebunan rakyat. Tiga komoditas subsektor perkebunan rakyat yang besar dan potensial untuk dikembangkan yaitu teh, kopi, dan kakao.

Berdasarkan survei tahun 2006, luas area perkebunan kopi di Kabupaten Batang sudah mencapai 1.090,210 hektare, dan telah memproduksi sebanyak 299,390 ton biji kopi pada tahun itu. Jumlah ini tentu semakin bertambah seiring berjalannya waktu, komoditas kopi di Kabupaten Batang dinilai sangat memungkinkan untuk dikelola dengan lebih optimal.

Kebun kopi di Kabupaten Batang tersebar di lereng gunung dan dataran rendah di bawah 500 mdpl. Salah satu kebun kopi terluas yang dimiliki dan dikelola oleh masyarakat pegiat petani kopi berada di Desa Surjo, Kecamatan Bawang.

Selain mendapat penghasilan dari penjualan biji kopi, kini pegiat petani kopi di Desa Surjo, mulai membuka lahan kopi untuk kegiatan wisata edukasi. Wisata edukasi kebun kopi ini diberdayakan oleh CV. Batang Coffe, koperasi setempat, yang melihat adanya potensi kebun kopi sebagai tempat wisata edukasi baru bagi masyarakat Kabupaten Batang.

Nantinya wisata edukasi ini akan berfokus pada bagaimana membudidayakan tanaman kopi, hingga mengolah biji kopi agar memiliki nilai jual. Adanya objek wisata ini juga sebagai sarana pengenalan kepada masyarakat pecinta kopi di Jawa Tengah, bahwa Kabupaten Batang mempunyai laboratorium kopi yang di mana memiliki banyak varietas kopi dalam satu lahan.

Penanaman berbagai varietas ini dimaksudkan agar masyarakat tahu cara membedakan macam-macam jenis kopi. Seperti halnya di wilayah lain Provinsi Jawa Tengah, jenis kopi yang tumbuh di Kabupaten Batang di antaranya ada kopi jenis arabika, robusta juga liberika.

Hal umum yang orang tahu perbedaan ketiganya adalah, kopi arabika adalah jenis kopi yang rasanya cenderung asam. Kopi robusta adalah kopi yang rasanya lebih pahit. Sedangkan untuk kopi liberika adalah kopi yang cenderung pahit dan kental dengan tingkat keasaman rendah.

Memiliki Keunikan Tersendiri

Salah satu daya tarik kebun kopi Desa Surjo, Kecamatan Bawang adalah keberadaan jenis kopi ekselsa (coffea excelsa), yang bisa ditemukan di kebun kopi ini. Kopi ekselsa diklasifikasikan sebagai anggota keluarga jenis liberika. Namun, keduanya memiliki karakteristik yang berbeda, sehingga banyak para penikmat kopi masih menganggapnya sebagai spesies terpisah.

Karakteristik kopi ekselsa sangat unik dan sering digunakan sebagai campuran kopi arabika dan robusta, membuat cita rasa yang muncul menjadi lebih kompleks. Rasa yang tercipta dari jenis biji kopi ini agak seperti buah dan beberapa penikmatnya mengatakan bahwa rasanya seperti tart atau ‘light roast’.

Saat ini kebun kopi Desa Surjo, Kecamatan Bawang, memiliki luas lahan 6000 hektare, dan akan dilakukan perluasan lahan hingga 15 hektare. Pegiat petani kopi setempat juga telah berhasil mempekerjakan 3000 warga sebagai petani kopi dan penanaman bibit kopi sebanyak satu juta bibit, yang diperkirakan tahun ini akan menghasilkan 1.000 ton biji kopi saat panen nanti.

Dengan dibukanya kebun kopi sebagai objek wisata edukasi ini, para pegiat petani kopi yakin bisa meningkatkan eksistensi kopi agar menjadi komoditas unggulan di Kabupaten Batang, dan juga dapat membantu perekonomian warga sekitar dengan membuka lapangan pekerjaan sebagai petani kopi.

Add Comment