Gubernur Jateng Lantik Lani Dwi Rejeki sebagai Penjabat Bupati Batang

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo melantik empat Penjabat (Pj) kepala daerah Jawa Tengah, Minggu (22/05/2022). BATANGKAB.GO.ID

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo melantik Sekretaris Daerah Kabupaten Batang, Lani Dwi Rejeki sebagai Penjabat (Pj) Bupati Batang, Minggu (22/05/2022). Pelantikan penjabat baru ini berfungsi untuk menggantikan posisi kepala daerah yang masa aktifnya sudah habis. Untuk mengisi kekosongan tersebut, maka dilantiklah penjabat (Pj) Kepala Daerah.

Hal ini sesuai dengan mandat dalam UU Nomor 10 Tahun 2016 yang telah disempurnakan menjadi UU Nomor 6 Tahun 2020 tentang Pemilihan Gubernur, Bupati, dan Wali Kota. Dalam UU tersebut disebutkan, untuk mengisi kekosongan jabatan gubernur dan wakil gubernur, bupati dan wakil bupati, serta wali kota dan wakil wali kota yang berakhir masa jabatannya tahun 2022 maka akan diangkat penjabat gubernur, penjabat bupati, dan penjabat walikota sampai dengan terpilihnya gubernur dan wakil gubernur, bupati, dan wakil bupati, serta wali kota dan wakil wali kota melalui pemilihan serentak nasional pada 2024, bunyi Pasal 201 Ayat (9) UU Nomor 10 tahun 2016.

Seperti yang kita ketahui, Pilkada serentak baru akan dilaksanakan tahun 2024, sementara ada ratusan kepala daerah yang masa jabatannya sudah habis pada tahun 2022 dan 2023, sehingga pemilihan penjabat diperlukan untuk mengisi kursi pemerintahan. Peran penjabat (Pj) ini nantinya akan memimpin pelaksanaan urusan pemerintahan yang menjadi kewenangan daerah berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan dan kebijakan yang ditetapkan bersama DPRD.

Ganjar Pranowo juga melantik tiga orang lainnya yang akan menjabat sebagai Penjabat Bupati Banjarnegara, Penjabat Bupati Jepara serta Penjabat Wali Kota Salatiga. Ia meminta, para Penjabat kepala daerah harus bekerja dengan baik dan menjalankan pemerintahan sesuai dengan kewenangannya.

“Saya komunikasi dengan Mendagri tadi pagi ada yang kita siapkan empat. Beliau bilang kepada kami untuk memberikan rambu-rambu kepada Penjabat ini,” kata Gubernur Jateng Ganjar Pranowo saat ditemui usai Pelantikan di Gedung Bakti Praja Semarang, malam.

Nantinya Penjabat yang bertugas akan memiliki kewenangan sebagai kepala daerah, tetapi sedikit berbeda dengan kepala daerah yang dari hasil Pilkada, penjabat tidak boleh mengganti dan juga mencabut izin yang lama yang sudah ada, agar stabilitas pemerintahan bisa tetap terjaga, termasuk netralisasi dalam Pilkada.

Tuntutan layanan profesional dengan menjaga integritas juga dilayangkan Ganjar kepada para penjabat yang dilantik, “Layani masyarakat dengan baik, karena mereka semua Aparatur Sipil Negara (ASN), saya minta kerja dengan baik, kerja yang profesional. Saya peringatkan juga semua punya gerakan anti korupsi” ujar Guberbur Jateng.

Kedepannya, Ganjar Pranowo akan mengevaluasi kinerja para penjabat setiap tiga bulan sekali. Jika nantinya terlihat kinerja yang tidak bagus maka akan dilakukan evaluasi. Sebelumnya, keempat orang ini sudah masuk dalam Tim Penilai Akhir (TPA) Presiden, yang artinya penjabat yang saat ini terpilih sudah diseleksi ketat oleh pemerintah pusat.

Penjabat Bupati Batang, Lani Dwi Rejeki mengucap syukur karena telah diberi amanah menjadi Pj Bupati Batang. Ia juga akan memfokuskan Batang terhadap perkembangan industrinya, seperti apa yang diminta Ganjar Pranowo. Selanjutnya, ia juga akan melanjutkan program-program Bupati Batang Wihaji yang sudah selesai maupun yang belum selesai bersama-sama di Pemerintah Kabupaten Batang. Program itu juga ada yang jangka pendek dan jangka panjang, terpenting akan ada yang kita prioritaskan.

“Saya juga wajib melaporkan atau berkomunikasi kepada Gubernur Jateng Ganjar Pranowo jika ada kendala-kendala yang terjadi dan kinerja menjadi Penjabat bupati ini akan dievaluasi beliau setiap tiga bulan sekali”

Add Comment