Peran Pemuda dalam Mengurangi Angka Pengangguran Kabupaten Batang

Pelatihan berbasis kompetensi oleh Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Batang. BATANGKAB.GO.ID

Salah satu masalah ketenagakerjaan di Indonesia adalah tingginya tingkat pengangguran. Meningkatnya tingkat pengangguran ini dipengaruhi oleh banyak faktor, diantaranya karena adanya penurunan produktivitas, pertumbuhan ekonomi, investasi, pengeluaran pemerintah dan inflasi serta naiknya upah.

Dalam hal ini Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) adalah angka yang digunakan untuk menghitung seberapa banyak pengangguran yang ada di Indonesia. Definisi dari pengangguran terbuka yaitu angkatan kerja yang sama sekali tidak mempunyai pekerjaan. Kemudian, pendefinisian dari angkatan kerja itu sendiri adalah penduduk dengan usia 15 tahun ke atas.

Berdasarkan data yang tercatat pada Badan Pusat Statistik Kabupaten Batang, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) pada tahun 2019 adalah 4,16% dari jumlah penduduk, kemudian di tahun 2020 angkanya naik pesat menjadi 6,92% akibat adanya pandemi, tahun 2021 angkanya sedikit turun menjadi 6,59%. Sedangkan di tahun ini angkanya kembali naik menjadi 6,68% yang jika dijumlahkan berarti ada 28.800 orang di Kabupaten Batang masih menganggur tahun ini.

Jika dilihat lebih detail, angka pengangguran Indonesia didominasi oleh para pemuda yang kesulitan mendapat pekerjaan karena beberapa hal. Adanya masalah pengangguran menggambarkan bahwasanya pemuda belum berperan penuh dalam pembangunan.

Masalah pengangguran ini juga disebabkan oleh jumlah pencari kerja lebih besar dari jumlah peluang kerja yang tersedia, dan pemuda putus sekolah maupun yang lulus namun tidak melanjutkan pendidikannya sehingga tidak terserap ke dunia kerja atau berusaha mandiri karena tidak memiliki keterampilan kerja. Pemberdayaan pemuda dalam kemandirian ekonomi sebagai solusi untuk mengatasi masalah pengangguran.

Pemerintah kemudian mengambil suatu tindakan kebijakan berupa lahirnya Undang-Undang Nomor 40 tahun 2009 tentang Kepemudaan. Dimana didalamnya menjelaskan bahwa Indonesia akan melakukan suatu gerakan pembangunan kepemudaan. Pembangunan kepemudaan dilaksanakan dalam bentuk pelayanan kepemudaan.

Pelayanan kepemudaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 berfungsi melaksanakan penyadaran, pemberdayaan, dan pengembangan potensi kepemimpinan, kewirausahaan, serta kepeloporan pemuda dalam segala aspek 5 kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

Mengenai hal ini pemerintah mempunyai tugas menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang kepemudaan dalam rangka penajaman, koordinasi dan sinkronisasi program pemerintah. Begitu pula dengan pemerintah daerah. Pemerintah daerah mempunyai wewenang menetapkan dan melaksanakan kebijakan dalam rangka menyelenggarakan pelayanan kepemudaan di daerah.

Dimana dalam pelaksanaannya pemerintah daerah membentuk perangkat daerah yang menyelenggarakan urusan kepemudaan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. Sehingga pemerintah dan pemerintah daerah bertanggungjawab melaksanakan penyadaran, pemberdayaan, dan pengembangan potensi pemuda berdasarkan kewenangan dan tanggung jawabnya sesuai dengan karakteristik dan potensi daerah masing-masing.

Menghadapi masalah yang pelik ini tentu diperlukan komitmen kuat pemerintah dan pemerintah daerah. Terlebih peran pemerintah daerah yang perlu melakukan action ekstra dalam melaksanakan pembangunan bagi kaum muda di daerahnya masing- masing.

Pelatihan Berbasis Kompetensi

Potensi sumber daya manusia yang sangat dibutuhkan dalam proses pembangunan menyongsong era globalisasi adalah tingginya jumlah angkatan kerja yang terampil dan berpendidikan. Hal ini dibutuhkan pendidikan juga pelatihan yang relevan dengan permintaan dunia usaha dan dunia industri yang terus meningkat.

Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kabupaten Batang dilihat dari lingkup tugas dan fungsinya harus mampu mengakomodir segala kebutuhan akan tenaga kerja yang bersifat terampil dan berpendidikan yang sesuai dengan kebutuhan pasar usaha dan atau industri agar dapat meminimalisir pengangguran pada penduduk usia produktif di Kabupaten Batang.

Oleh karena itu, melalui Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Batang terus berupaya membuat program dan kegiatan yang mampu mendukung dan berkontribusi besar dalam mencapai tujuan utama pembangunan pendidikan untuk mengentaskan pengangguran pada kaum muda. Sebab sejatinya pembangunan pendidikan adalah posisi yang strategis dalam upaya pengembangan sumber daya manusia yang berkualitas sebagai modal dasar pembangunan secara menyeluruh.

Pemerintah daerah Kabupaten Batang dalam menjalankan tugas dan fungsinya untuk melakukan pembangunan kepemudaan seperti yang tercantum dalam Undang- Undang Nomor 40 tahun 2009 kemudian menggelar pelatihan berbasis kompetensi untuk meningkatkan keterampilan para pencari kerja khususnya para pemuda di Kabupaten Batang.

Permasalahan yang sering dihadapi pemuda yang kesulitan mendapat pekerjaan adalah karena kurangnya skill atau kompetensi yang dimiliki. Kebanyakan dari mereka hanya mengandalkan title pendidikan formalnya saja, sedangkan keterampilan atau skillnya masih sangat kurang. Sehingga untuk mengurangi kesenjangan skill ini, Disnaker Batang menggelar pelatihan berbasis kompetensi yang bertempat di Aula Disnaker Kabupaten Batang, Kamis (12/5/2022).

Pelatihan ini sudah berjalan dua kali, di pelatihan pertama terhitung ada 16 orang yang mengikuti pelatihan, yang saat ini 10 orang diantaranya sudah berhasil masuk perusahaan Sukorintex di Kabupaten Batang, dan 6 orang lainnya membuka usaha jahit sendiri. Elisiyatun yang merupakan Kepala Balai Latihan Kerja (BLK) Batang menyampaikan, bulan ini Disnaker membuka pelatihan kompetensi tahap dua yang dananya berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun 2022.

Terdapat dua jenis pelatihan yang dibuka kali ini, yaitu kelas pelatihan menjahit pakaian wanita dewasa dan pelatihan practical advance yang masing-masing diikuti oleh 16 orang. Kelas ini akan berlangsung selama 33 hari, dimulai sejak 12 Mei 2022 hingga 30 Juni 2022. Dengan adanya pelatihan ini Disnaker Batang berharap para peserta bisa meningkatkan skill atau keterampilannya dan menjadikannya sebagai batu lompatan untuk bekerja ataupun berwirausaha.

Add Comment