Sekolah Teaching Industry akan Disiapkan untuk Matangkan SDM Batang

Ganjar Pranowo akan mempersiapkan Sekolah Teaching Industry untuk mematangkan Sumber Daya Manusia (SDM) di Kabupaten Batang. BATANGKAB.GO.ID

Keberadaan kawasan industri merupakan hal penting bagi suatu negara. Kawasan industri memiliki peran vital dan strategis bagi peningkatan ekonomi. Kawasan industri dapat menjadi penggerak ekonomi rakyat yang pada akhirnya mendorong pencapaian tujuan nasional berupa kesejahteraan masyarakat. Dalam rangka meningkatkan daya saing investasi dan untuk menarik investor yang akan merelokasi usahanya ke Indonesia, perlu dibangun suatu Kawasan Industri yang memadai.

Pembangunan Kawasan Industri Terpadu Batang merupakan bagian dari rencana besar pemerintah untuk menjadikan Indonesia sebagai negara industri yang tangguh. Keberadaan Kawasan Industri Terpadu (KIT) Batang akan menarik para investor perusahaan besar yang ada di dunia untuk membangun pabrik di Kabupaten Batang.

Selain itu, dengan adanya kawasan ini akan menciptakan lapangan pekerjaan yang luas bagi masyarakat. Hal ini tentu harus disiapkan agar ketersediaan ini mengarah pada sumber daya lokal.

Sumber daya lokal didefinisikan sebagai sumber daya yang berada di lokasi setempat, mudah didapatkan, diakses dan dikelola meliputi sumber daya manusia, sumber daya alam, dan sumber daya teknologi. Salah Satu pemanfaatan sumber daya lokal yang sangat tersedia adalah dengan mengoptimalkan sumber daya manusia dengan penyerapan tenaga kerja.

Untuk mempersiapkan hal ini, Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo kemudian akan mempersiapkan Sekolah Teaching Industry untuk mematangkan Sumber Daya Manusia (SDM) di Kabupaten Batang.

Konsep dasar teaching industry adalah pemindahan sebagian dari proses pendidikan dan proses industri dalam suatu desain pembelajaran sehingga terselenggara pendidikan berbasis kompetensi yang melahirkan SDM siap dalam menghadapi dalam persaingan global.

Ganjar ingin Kabupaten Batang memanfaatkan momentum ini untuk mencari dan menghasilkan anak-anak yang hebat dan berbakat. Sehingga nantinya kebutuhan tenaga kerja KIT bisa diisi oleh SDM lokal yang potensinya tidak kalah dengan tenaga kerja asing.

“Momentum ini harus dimanfaatkan untuk mencari anak-anak yang hebat dan berbakat. Provinsi Jateng sendiri akan menyiapkan sekolah kejuruannya teaching industry. Terpenting jangan sampai telat karena rejeki ini akan terus membludak, jadi masyarakat Kabupaten Batang jangan hanya menunggu saja tetapi harus menyiapkan SDM,” jelasnya.

Perusahaan-perusahaan yang mengisi sudah ada profilnya di KIT Kabupaten Batang pasti akan membutuhkan tenaga kerja, kemudian jika nanti awal-awal perusahaan berdiri membawa teman-teman konsultan dari negaranya karena mereka lebih konfiden kedepan kita harus bisa mengambil alih cepat bagi yang mampu diambil kalau tidak bisa kita mulai dari bawah, lanjutnya.

Gubernur Jawa Tengah yakin jika momentum ini bisa dimanfaatkan dengan baik maka bisa menaikkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Kabupaten Batang, yang diperkirakan bisa naik sampai ke angka 7 nilainya.

Saat ini progress perkembangan pembangunan kawasan industri Batang telah mencapai angka 73,09%. Sudah ada beberapa infrastruktur yang sudah berjalan dan pembangunannya sudah selesai 100%.

Lahan industri seluas 450 hektare sudah diisi oleh beberapa perusahaan, perusahaan yang pertama masuk adalah pabrik Tawada Healthcare Medical dari Indonesia dan menempati 1,9 hektare lahan. Perusahaan kedua ada pabrik Rumah Keramik Indonesia, perusahaan asal India ini menempati 13,8 hektare lahan. Perusahaan ketiga berasal dari Korea Selatan, yaitu pabrik KCC Glass dengan lahan 46 Hektar.

Kemudian, keempat dari Taiwan yaitu pabrik Shoe Manufacturer dengan lahan 16,4 Hektar, kelima dari Belanda yaitu Wavin dengan lahan 1,46 Hektar, keenam dari korea selatan yaitu Cosmos Indo Ink dengan lahan 1,46 Hektar dan ketujuh dari Inggris yaitu Window Shutters Indonesia dengan lahan 2,08 Hektar.

Persiapan Sekolah Teaching Industry ini akan segera dimatangkan agar bisa dijalankan secepatnya, Ganjar juga berpesan kepada para camat dan kepala desa di Kabupaten Batang untuk bisa menyukseskan program ini, sehingga bisa menyelesaikan masalah pendidikan anak-anak yang ada di Kabupaten Batang.

Add Comment